Tuesday, January 20, 2004

Berdayakan semula anak muda

Oleh Rais muda

Kekuatan orang muda diperkecilkan

Kekuatan orang muda diperkecilkan
Soeharto sengaja memperkecilkan peranan dan simbol kekuatan orang muda dengan mencipta istilah remeh �remaja� pada 1980-an, seakan-akan jeritan �student power� atau �gerakan mahasiswa� yang perkasa sebelum itu diperkecilkan maknanya kepada siswa atau pelajar sahaja di kampus tempatan.
WS Rendra dalam buku "Penyair dan Kritik Sosial" (2001) merungut, sekitar awal 1990-an, tentang "sebahagian besar pemuda tidak punyai peranan yang kreatif dan produktif dalam masyarakat."
"Belum nampak muncul ahli politik muda yang mutunya setaraf dengan Omar S Cokrominoto, Soekarno, Sutan Syahrir dan lain-lain anak muda yang bergerak di bidang politik sekitar 1928 hingga 1945," keluh penyair tersohor republik itu, tidak jauh resah kita di Kuala Lumpur saat ini.
"Para mahasiswa [hari ini] kurang mampu melontarkan pandangan kepada masyarakat. Hal ini jauh berbeza dengan para siswa tahun 1928 hingga sekitar 1978, yang sangat aktif mengeluarkan pandangan [analisa serta kritik] mengenai kehidupan bermasyarakat. Sementara itu di bidang seni drama dan seni sastera terasa lambat juga munculnya tokoh-tokoh baru."
Persoalan di depan kita semua saat ini, bagaimana memberdayakan kembali kelompok-kelompok anak muda yang sudah hampir dua dekad membeku?
Apakah formatnya seakan-akan kemunculan GPMS, Abim, Pena atau �Anak Alam� suatu waktu dulu?
Atau, sudah memadai kita membiarkan orang muda sendiri-sendiri mencari identiti, arah, nilai dan tema perjuangan?
Wajarkah ada campur tangan generasi tua dalam pembikinan semula episod gemilang anak muda � dengan nilai dan dari kaca mata orang tua? Persoalan yang sama relevan, bagaimanakah kita menilai �kebangkitan semula� atau �proses pemberdayaan� (empowerment) kembali mereka?
Lebih membimbangkan, semua persoalan serius ini tidak pun diberikan perhatian oleh aktivis muda dan pemimpin siswa!

*Rais Muda, pernah bergiat cergas dalam aktivisme siswa sejak kegawatan ekonomi politik negara (1999), kini penggerak �Komunite Diskusi' yang menyusun diskusi dwi-bulanan khusus untuk anak muda.

0 comments:

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP